Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

SIKLUS AKUNTANSI PADA LAPORAN KEUANGAN



Sikl      
Siklus Akuntasi
Proses atau silkus digunakan untuk mengambarkan kegiatan pencatatan, pengklasifikasian pengidentifikasian, pengidentifikasian, pengukuran transaksi perusahaan sehingga menjadi sumber informasi dalam laporan keuangan. Siklus akuntansi ini akan menjadi sumber informasi dalam laporan keuangan, seperti :

a.      Transaksi/atau bukti
Transaksi keuangan adalah kejadian yang berdampak pada posisi keuangan. Untuk transaksi tidak mempengaruhi posisi keuangan perusahaan tidak akan dip roses pada proses dalam kegiatan akuntansi.
b.       Jurnal
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi bukti yang dilakukan secaran kronologis (urutan waktu) dengan menujukkan rekening yang didebit dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.
c.        Posting
Posting atau pemindahbukuan digunakan untuk memindahkan jurnal-jurnal yang didalam buku besar.  Posting ini digunakan nama rekening, jumlah baik kolom debit dan kolom kredit yang ada di jurnal ke buku besar yang sesuai baik kredit  debit  maupun sisi kredit.
d.       Buku besar
Buku besar adalah tempat yang digunakan untuk menampung rekening-rekening yang ada dijurnal. Jadi yang ada dibuku besar adalah rekening-rekening yang sama dengan menunjukkan jumlah yang ada dengan mendebit atau mengkredit.
e.       Neraca saldo
Neraca saldo adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari  seluruh rekening yang ada dalam buku besar pada saat tertentu.
f.         Adjustment atau Penyesuaian
Tujuan dari adjusment atau penyesuaian yaitu agar rekening aktiva dan utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode dan agar rekening pendapatan dan biaya menunjukkan jumlah yang harus diakui dalam suatu periode.
g.    Neraca lajur
 Neraca merupakan laporan yang menunjukkan keadaan keuangan pada tanggal tertentu, sedangkan pengertian neraca lajur adalah kertas kerja yang digunakan untuk proses pembuatan laporan keuangan dengan memasukkan data akuntansi pada kolom-kolom yang tersesedia. Fungsi neraca lajur adalah untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan, meringkas dan mengolongkan rekening-rekening yang ada di buku besar untuk menelusuri kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat laporan keuangan.
h.       Laporan Keuangan
Pengertian laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan,  merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan mempunyai empat karakteristik pokok yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat dibandingkan.
i.         Penutup dan penyesuaian kembali
Jurnal Penutup adalah jurnal adalah jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening  sementara (rekening pendapatan dan biaya serta rekening prive). Sedangkan jurnal penyesuaian kembali adalah jurnal yang digunakan untuk penyesuaian kembali beberapa jurnal penyesuaian yang pernah dilakukan

HUBUNGAN SIFAT AKUNTANSI DAN ANALISA KEUANGAN



A.    Sifat Akuntansi
            Sebelum kita melakukan analisa keuangan perlu adanya  mengerti akan adanya sifat akuntansi , Belkaoui dalam buku Teori Akuntansi ( Harahap, 1993 ) menyebutkan beberapa  image  yang menggambarkan sifat – sifat akuntasi antara lain :
1.      akuntansi sebagai suatu ideology ;
2.      akuntansi sebagai suatu bahasa ;
3.      akuntansi sebagai suatu catatan historis ;
4.      akuntansi sebagai suatu relitas ekonomi ;
5.      akuntansi sebagai suatu sistem informasi ;
6.      akuntansi sebagai suatu komoditi ;
7.      akuntansi dianggap sebagai pertanggungjawaban. 
APB Statement  No.4   dijelaskan beberapa sifat dan  elemen dasar    akuntansi  (keuangan).  Prinsip-prinsip ini mendasari setiap sifat dan ciri -ciri    laporan keuangan dan output akuntansi lain sebagai berikut :
1.         Entitas
  Yang menjadi focus perhatian akuntansi adalah entitas (lembaga) tertentu      yang harus jelas terpisah dari badan dan entitas yang lain.
2.         Kontinuitas Usaha
  Dalam menyusun laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (Entity)  yang dilaporkan akan terus beroperasi di masa-masa yang akan datang.
3.          Pengukuran
Akuntansi adalah sebagai media pengukuran sumber-sumber ekonomi (economic resources) dan kewajiban (liability) beserta perubahannya.
4.         Periode  Laporan
               Laporan keuangan menyajian informasi untuk suatu waktu atau periode         tertentu dan harus memiliki batas waktu.
5.         Unit Moneter
     Pengukuran dalam bentuk. Transaksi perusahaan dilaporkan dalam      ukuran moneter, ukuran moneter, bakan ukuran kualitatif lainnya seperti ukuran luas, ukuran berat, dan sebagainya.
6.          Accrual Basis
  Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan keditetapkan berdasarkan kejadian dan biaya dari posisi hak dan posisi hak dan kewajiban tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan atau tidak, seperti yang dianut dalam konsep Cash Basis.
7.         Harga pertukaran
  Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada   pertukaran pada saat transaksi bukan harta tafsiran.  Kecuali jika dalam keadaan tertentu terpaksa dengan  catatan  yang harus  diungkapkan pentuan harganya.
8.          Penafsiran
Dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penaksiran-penaksiran. Seperti taksiran    umur, taksiran harga, pemilihan prinsip. Dan sebagainya.
9.            Pertimbangan
Dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan –  pertimbangan berdasarkan keahlihan akuntan, baik pertimbangan memilih arternatif  prinsip maupun pemilihan penyajian.
10.        Tujuan Umum
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan Akuntansi Keuangan ditujukan untuk kepentingan pemakai secara umum, bukan pemakaian khusus.
11.        Laporan Terkait
Neraca, Daftar Laba/Rugi, dan Laporan Sumber dan penggunaan dana atau Laporan arus kas mempunyai hubungan yang sangat erat dan angka-angka yang ada berkaitan satu sama lain.
12.        Hakikat di atas Legal  (Subtance Over Form )
      Akuntansi lebih menekan kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legal.
13.        Materialitas
  Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap pentingan (materialitas). 

Penulis-penulis lain mengemukaan sifat-sifat lain yang terkandung dari akuntansi keuanagan yaitu :  
1.      Laporan Historis
Laporan  keuangan pada hakikatnya mencatat informasi yang sudah terjadi.
2.      Penggolongan
Informasi melalui laporan keuangan di klasifikasikan sesuai dengan kepentingan laporan keuangan yaitu lebih dimengerti dan lebih bermanfaat bagi pengambilan keputusan.
3.      Pengiktisaran
Transaksi dan kejadian-kejadian yang sama dalam perusahaan dikelompokkan dan diiktisarkan menurut motode tertentu sesuai pola yang sudah mapan maupun akuntansi.
4.      Dasar Pengukuran akuntansi
Dasar pengukuran akuntansi ada bermacam-macam seperti Cost Market, Locom (Lower of Cost or Market), Locom (Lower of Cost or Market), Net Realizable Value, Current Value, Replacement Value dan Lain-lain
5.      Dapat Dicek Kendaraan
Setiap informasi dalam laporan keuangan harus dapat ditelusuri dan dibuktikan melalui bukti-bukti yang benar dan sah
6.      Konservatisme
Perusahaan biasanya memiliki kejadian-kejadian yang tidak pasti (uncertainty).  Dalam keadaan seperti ini laporan keuangan memilih menyajikan akibat angka yang kurang mengguntungkan.
7.          Istilah Teknis
Banyak  istilah yang digunakan dalam laporan keuangan merupakan istilah teknis akuntansi yang berlaku khusus untuk akuntansi yang dipahami pembaca jika ingin menguasai informasi akuntansi.
8.         Pembaca (user)
Pemakai laporan keuangan dianggap adalah dunia bisnis, dan mereka yang sudah dianggap tahu istilah akuntansi yang umum. 



B.        Pentingnya Analisa Keuangan
                   Laporan keuangan berisi informasi  penting untuk masyarakat, pemerintah ,pemasok dan
kreditur pemilik perusahaan / pemegang saham, manajemen perusahaan , investor , pelanggan,dan karyawan, yang diperlukan secara tepat untuk mengukur kondisi dan efisiensi operasi  perusahaan. Analisa dari laporan keuangan  bersifat relatif  karena didasarkan  pengetahuan rasio atau nilai relatif.  
                  Input dasar dari analisa rasio adalah laba rugi dan neraca pada periode tertentu yang di evaluasi  .Karena itu sebelum menganalisa lebih lanjut , perlu mengetahui beberapa kelompok dari rasio perbandingan. 

Rasio Perbandingan
Analisa rasio tidak hanya menggunakan rumus terhadap data keuangan untuk menghitung rasio  tertentu,tetapi yang lebih penting yaitu  mengespresikan rasio tersebut.Adapun rasio keuangan dapat digunakan yaitu: 

a)      Analisa antar perusahaan ,
 Analisa perbandingan rasio keuangan antar perusahaan yang berbeda pada waktu yang sama. Membandingkan (benchmarking) adalah membandingakan kinerja perusahaan dengan perusahaan dengan perusahaan pembanding dimana nilai rasio perusahaan dibandingkan dengan nilai rasio perusahaan dengan tujuan untuk perbandingan.
b)       Analisa berkala perwaktu atau analisa deret berkala,
 Mengevaluasi kinerja perusahaan dalam beberapa periode dengan menggunakan   analisa rasio keuangan .Analisa deret berkala ini berdasarkan pada  teorimbahwa perusahaan harus dievaluasi keadaan masa lalu untuk diketahui perkembanganya dan perusahaan harus melakukan tindakan yang sesuai dengan jangka menengah maupun jangka panjang.
c)      Analisa Gabungan
Pendekatan yang lebih informative terhadap Analisa rasio adalah  gabungan dari analisa perusahaan dan analisa deret berkala. Dalam  analisa gabungan terdapat antara  analisa  analisa  rasio perusahaan dengan tren Industri.


Beberapa hal yang perlu diperhatikaan dalam  melakukan analisis rasio :
˗                Sebuah  sebuah rasio tunggal  secara umum tidaklah dapat memberikan informasi   yang memadai untuk mengetahui seluruh kinerja perusahaan. Hanya jika sekelompok rasio digunakan barulah pendapat antar perusahaan dapat dibuat dengan alasan yang mencukupi.
˗             Laporan keuangan dibandingkan harus dengan periode yang sama. tidak maka     penyimpangan yang disebabkan dampak  musiman dapat menghasilan kesimpulan    yang setalah dan karenanya  dapat menyebatkan perbuatan yang salah.
˗          Sebaiknya  menggunakan dasar laporan keuangan yang telah di Audit. Jika laporan          keuangan  belum diaudit maka data keuangan perusahaan tidak dapat dipercaya mencerminkan kondisi keungan perusahaan yang sebenarnya.
˗             Perlu diyakinkan bahwa data yang dipetimbangkan disusun dengan cara yang      sama. Pengunaan perlakuan akuntansi yang berbeda  khususnya untuk penyusutan            dan persediaan dapat menyebabkan distorsi dalam hasil analisa rasio, baik pada          analisa rasio yang dibandingkan dengan perusahaan lain maupun deret berkala         yang digunakan.

C.    Hubungan Sifat Akuntansi Dan Analisa Keuangan
   Sifat Akuntansi merupakan sifat dari keadaan yang dapat mengubah atau tidaknya keadaan keuangan tersebut apabila diadakan kegiatan-kegiatan atau melakukan aktivitas dalam keuangan sedangkan Analisa keuangan merupakan perbandingan rasia-rasio keuangan sehingga hubungan keduanya adalah suatu kegiatan keuangan sangat berpengaruh pada suatu keuangan perusahaan selalu mengarah pada perbandingan-perbandingan rasio sebab kegiataan usaha mempunyai ukuran-ukuran dalam kondisi keuangannya.

Kamis, 19 Februari 2015

PENGERTIAN AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN


1.      Definisi Akuntansi yang dikeluarkan oleh American Institute of Public Accountants (AICPA) sebagai berikut :
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputasan ekonomi memilih arternatif-arternatif dari keadaan.
2.      Pengertian Dan Definisi Laporan Keuangan
Pengertian laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan,  merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Definisi laporan keuangan merupakan laporan yang secara ringkas berisi tentang catatan-catatan saldo-saldo transaksi-transaksi keuangan dalam satu tahun buku atau selama jangka waktu tahun satu  tahun. 
3.      Komponen Laporan Keuangan
                      PSAK No. 1 (Revisi 1998) tentang penyajian laporan keuangan menyatakan bahwa laporan    keuangan lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut :
a.       Neraca, yaitu laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
b.      Laporan laba rugi, yaitu laporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama suatu periode akuntansi.
c.       Laporan perubahan ekuitas, yaitu laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan ekuitas pada akhir tertentu.
d.      Laporan arus kas (cash flow statement), menunjukkan arus kas masuk yang dibedakan menjadi arus operasi, arus kas investasi dan arus pendanaan.
e.       Catatan arus laporan keuangan.
4.      Tujuan Laporan Keuangan
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan keuangan (IAI, 1994) adalah: Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan  posisi keuangan suatu perusahaan  yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
5.      Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Menurut IAI
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
a.       Dapat dipahami
b.      Relevan
c.       Jujur
d.      Dapat dibandingkan
6.      Langkah- Langka Penyusunan Laporan Keuangan
a.       Menyusun neraca saldo
b.      Mengumpulkan data yang diperlukan untuk jurnal penyesuaian.
c.       Menyusun neraca lajur (daftar kerja).
d.      Menyusun laporan keuangan.
e.       Menyesuaiakan dan menutup rekening-rekening.
f.       Menyusun neraca sesudah penutupan.
g.      Menyusunan kembali rekening-rekening.
7.      Elemen-elemen Laporan Keuangan yang dibuat  penyesuaian-penyesuaian setiap akhir periode adalah sebagai berikut :
˗       Penyesuaian barang dagangan.
˗       Biaya dibayar dimuka.
˗       Pendapatan diterima dimuka
˗       Utang biaya (biaya yang masih harus dibayar )
˗       Piutang pendapatan (Pendapatan yang masih akan diterima )
˗       Depresiasi/depresi aktiva tetap berwujud dan amortisasi aktiva tidak berwujud.
˗       Kerugian piutang.